Mohon tunggu...
KOMENTAR
Ilmu Sosbud

Meningkatnya Pengangguran yang disebabkan oleh Minimnya Lapangan Pekerjaan di Era Bonus Demografi

22 Agustus 2023   21:54 Diperbarui: 22 Agustus 2023   22:27 40 0
Jejak Anak Muda Indonesia: Gagasan Ksatria Airlangga melalui Akselerasi Kajian Meningkatnya Angka Pengangguran yang disebabkan oleh Minimnya Lapangan Pekerjaan di Era Bonus Demografi Untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Masalah pengangguran dan ketenagakerjaan hingga saat ini masih menjadi masalah utama disetiap negara di dunia khususnya dinegara yang sedang berkembang. Kedua masalah tersebut merupakan satu kesatuan yang keduanya menciptakan dualisme permasalahan yang saling bertentangan antar satu dengan yang lainnya. Dualisme tersebut terjadi jika pemerintah tidak mampu dalam memanfaatkan dan miminimalkan dampak yang diakibatkan oleh dari dua persalahan tersebut dengan baik. Namun jika pemerintah mampu memanfaatkan kelebihan tenaga kerja yang ada maka dualisme permasalahan tidak akan terjadi bahkan memberikan dampak yang positif dalam percepatan pembangunan. Demikian sebaliknya jika pemerintah tidak mampu memanfaatkan maka akan menciptakan dampak negatif yaitu mengganggu pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data yang dirilis (World Bank, 2013), disebutkan bahwa jumlah angkatan kerja atau tenaga kerja diIndonesia merupakan yang terbesar keempat didunia. Artinya jumlah angkatan kerja di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup tinggi seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Faktor peningkatan angka pengangguran  bukan dikarenakan lapangan kerja yang tidak tersedia dengan mempunyai skill seseorang mampu mendapatkan pekerjaan. Salah satu contohnya adalah beauty vloger yang mempunyai skill make up yang ia kembangkan lalu ia uploud di sosial media dengan menarik tentu saja mendatangkan tawaran-tawaran dari perusahaan make up atau produk make up yang meminta untuk bekerja sama.

Selain menjadi beban dan penghambat dalam pertumbuhan perekonomian suatu negara, pengangguran juga digunakan menjadi salah satu indikator dari pasar tenaga kerja yang ada. Rendahnya pengangguran sering dianggap menjadi suatu prestasi dalam suatu negara demikian juga sebaliknya. Namun pada kenyataannya belum mencerminkan masalah ketenagakerjaan yang sebenarnya. Konsep pengangguran disini diartikan sebagai penduduk yang memasuki usia kerja (15 --65 tahun) yang sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, putus asa dan sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum memulai bekerja.Meningkatnya jumlah penduduk pada usia produktif diperkirakan tepat saat Indonesia berusia 100 tahun. Kesempatan ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat untuk memajukan bangsa.

Jika ditinjau dari segi SDM tenaga kerja Indonesia masih sedikit yang berpendidikan menengah ke atas, yang mengakibatkan daya saing semakin merendah. Tidak hanya itu, lapangan pekerjaan juga  saai ini masih sangat sedikit sehingga angka pengangguran di Indonesia saat ini masih cukup tinggi.
Dari permasalahan hal tersebut, pemerintah tentu mengupayakan agar generasi muda Indonesia benar-benar siap menghadapi bonus demografi. Upaya pemerintah yang saat ini dapat dirasakan generasi muda adalah kurikulum Merdeka Belajar. Di mana fokus dari hal tersebut adalah aspek pengembangan kreativitas dan inovasi dalam studi permasalahan.
Upaya pemerintah lainnya yaitu adanya Kartu Prakerja dengan harapan masyarakat untuk bisa menciptakan wirausaha sehingga terciptalah lapangan kerja. Selain itu adanya dukungan pembiayaan UMKM dari pemerintah berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mengembangkan usahanya.
Dengan upaya pemerintah yang demikian, tentu sebagai warga negara juga harus bisa berupaya mendukung usaha pemerintah mempersiapkan SDM (sumber daya manusia) siap bonus demografi. Generasi muda sebagai agent of change sudah sepatutnya memberikan pergerakan demi menyokong Indonesia emas. Pergerakan sederhana yang mungkin bisa dilakukan selain belajar adalah mengabdi kepada masyarakat.

Referensi :
https://www.its.ac.id/news/2022/11/05/siapkah-generasi-indonesia-2045-hadapi-bonus-demografi/ https://journal.upp.ac.id/index.php/cano/article/download/629/403/1602

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun