Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

Makuthang dan Kanthong Mripat Pangeran Jagur (Paranormal)

8 Maret 2012   03:05 Diperbarui: 25 Juni 2015   08:23 258 0

 

Setelah Makuthang diwisuda di Pelabuhan Ratu --- ternyata ia menjadi bola liar.  Tindakannya yang horroristik, menjengkelkan Pangeran Jagur.

 

 

 

Bagi Makuthang meningkatnya kemampuan daya pesugihannya, mendorong naluri konsumsi darah segarnya meningkat --- ia melata-lata liar menggunakan Angkot --- seperti para Pemerkosa mengintai para perempuan untuk dikorbankan.

 

 

Pangeran Jagur kewalahan menjaga Makuthang setelah menjadi Jenglot --- ia menuntut menetek darah.  Malam jam 9 baru Sang Pangeran menyadari Makuthang Jenglot telah lenyap dari kotak kacanya.

 

 

Menurut batu Golong-golong yang berfungsi sebagai GPS --- Makuthang ada di Timur Ciputat.  Memang benar Makuthang tadi menempel di lipatan kemeja kotak-kotak gadis itu --- ia aman di situ karena ada wrist-belt.

 

Malam ia melata dan merayap ke bantal untuk menghunjamkan gigitan.

 

Pangeran Jagur merapalkan mantra berbisik-bisik ; “ Papan lebur tulis ilang , apa kang jumeneng dzat mutlak, cha king piyambake ……………..”.  Entah sudah berapa ratus kali dibisikkan dengan memeras batu Golong-golong.

 

 

Di Jatiwaringin gadis itu bermimpi “indah” --- dia ikhlas karena ia mencapai orgasme.  Ia tidak melihat, tanpa suara Makuthang merayap dan melata.  Nalurinya bekerja karena bisikan mantra Kawruhing Rat.

 

 

Tawaran tertinggi harga Jenglot Makuthang baru diangka Rp. 3 M; si pemilik ingin lebih, tetapi Pangeran Jagur kuatir  Jenglotnya akan dibajak atau diculik Orang Pinter yang lebih mumpuni.

 

Ia berangkat ke hutan di kaki Merbabu --- di bekas pertapaan Ajar Sidiwacana. Setelah melakukan ritual rajawedha (sedekah); Sang Guru yang bernama Begal Abilawa memberikan wejangan khusus untuk memelihara Makuthang, Jenglot peranakan Sumantrah.

 

 

“Makuthang memang rada Bengal, rada liar, tuntutannya banyak --- tetapi angsarnya luar biasa, ia kini bisa menggangsir triliunan ---- kecuali kalau ada perubahan besar …………  kamu hargai berapa ?…”

 

 

“……………. 20 m mbah, ya sedikitnya 15………….”

 

“Wah, aja sembrono --- saiki kowe harus menyimpannya di kantong mata ……………… makhluk halus senang tinggal di liang di batu-batu, tetapi ia lebih tentrem disimpan di kantong mata --- ojo di akuarium ……………. Ia akan gelisah. Perhatikan makanannya……………..”

 

Baru Pangeran Jagur mengerti mengapa pemain Jaran Kepang atau Perawan Sintren harus berkaca mata hitam pekat --- agar matanya  jangan didiami makhluk halus.   Enggak bisa diusir !”

[MWA] (Paranormal – 31/07)

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun