Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

Presiden Jokowi dan LDII Fokus pada Pembangunan Sumber Daya Manusia

7 November 2023   13:40 Diperbarui: 7 November 2023   13:58 100 0
Presiden Jokowi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Jakarta, Selasa, (7/11). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) untuk meraih bonus demografi pada tahun 2024.

Presiden Jokowi menekankan bahwa program pembangunan SDM profesional religius yang dicanangkan oleh LDII sudah tepat.

Menurutnya, program LDII di bidang kebangsaan, keagamaan, pendidikan, dan kesehatan mampu menciptakan manusia Indonesia yang sesungguhnya. Ia berpendapat, negara berkembang sulit maju tanpa membangun SDM yang kuat.

Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, dibutuhkan kepemimpinan nasional yang kuat.

Ketua Umum KH Chriswanto Santoso, dalam sambutannya, menyatakan bahwa LDII telah memfokuskan pembangunan SDM Profesional Religius sejak 2018. Program-program seperti teknologi digital, ekonomi syariah, energi baru terbarukan, dan ketahanan pangan serta pelestarian lingkungan, ditujukan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

KH Chriswanto Santoso juga mengatakan LDII telah menggunakan energi baru terbarukan seperti sel surya di pondok-pondok, dan mereka berharap bisa memanfaatkan sel surya sepenuhnya di masa depan.

Presiden Jokowi juga memberikan dukungan terhadap langkah LDII dalam memperkuat ketahanan pangan. Ia menyadari perubahan iklim dapat berdampak pada produksi pangan, dan upaya LDII dalam memprogramkan ketahanan pangan sangat relevan.

Rakernas LDII berlangsung dari 7 hingga 9 November 2023 di Ballroom GSG Minhaajurrosyidin, Jakarta, dengan partisipasi lebih dari 1.300 peserta secara fisik dan ribuan peserta daring.

Acara tersebut menjadi platform penting untuk membahas isu-isu kunci yang berkaitan dengan pembangunan SDM dan isu-isu nasional lainnya.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun