Air mata menjadi banyak ciri, juga hati yang patah akhirnya konsekuensi dari ketidakpastian hidup. Kekecewaan bak bola salju yang semakin membesar ketika AKU selalu menjadi sebab. Ya, AKU adalah senjata yang seketika menjadi pembunuh berdarah dingin.
AKU dengan segala derivasi negatifnya harus disudutkan dalam ruang gelap. Ia tak layak disandingkan dengan semangat KITA. Dengan dalih apapun, AKU tetaplah AKU yang akan merusak KITA jika ia tak segera dimarginalkan.
AKU-pun harus sadar untuk segera mengakhiri ketidakpastian yang sedang dijalaninya. Jika tidak, selamanya AKU akan menjadi bangkai yang hanya melacurkan dirinya ditumpukan sampah! AKU dengan segenap teori akan menjadi ilmu usang yang akan dihakimi oleh KITA juga segenap kepastian.
Tak ada yang harus disyukuri dari AKU, bukan? KITA dengan segala kekurangannya telah berlayar, tak peduli kemana arahnya, setidaknya KITA akan selalu bersama dalam ke-jamak-annya. Tidak tunggal seperti AKU, yang tidak pasti lagi kebanyakan mimpi!