Mohon tunggu...
KOMENTAR
Travel Story

Jelajah Pulau Obi

13 Juli 2013   02:52 Diperbarui: 24 Juni 2015   10:38 5168 2

Pulau Obi terletak disebelah selatan kepulauan Maluku, termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Propinsi Maluku Utara, dengan luas pulau ± 2.542 km². Kesampaian ke Pulau Obi dapat ditempuh dari Jakarta melalui Ternate menggunakan pesawat terbang ± 4 jam, dari Ternate perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal laut ± 9 jam menuju Bacan yang merupakan Kota Kabupaten, perjalanan menuju Pulau Obi dari Bacan ditempuh menggunakan kapal laut selama ± 4 jam. Terdapat 3 (tiga) desa di sepanjang pantai utara Pulau Obi yaitu : Jikotamu, Laewui dan Desa Baru.

Perkembangan Pulau Obi dewasa ini semaking berkembang, baik dari segi perekonomian maupun perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, Saya pertama kali datang ke Pulau Obi pada periode 2007, saat itu jangankan sinyal internet, sinyal handpone saja tidak ada, toko – toko besar yang menjual bahan pokok dan jumlah mobil dapat di hitung dengan jari tangan, tapi sekarang Pulau ini sudah terjangkau oleh sinyal handphone dan internet, jumlah toko – toko besar dan mobil tidak dapat dihitung menggunakan kedua jari – jari tangan dan kaki, tingkat perekonomian berkembang pesat akibat banyaknya aktifitas penambangan nikel yang dilakukan oleh perusahaan – perusahaan swasta di Pulau ini.

Seperti Pulau – Pulau di Indonesia pada umumnya, Pulau Obi memiliki keindahan alam yang sangat indah, target kami (Saya dan kedua teman) kali ini adalah menuju Danau Karu yang terletak di sebelah barat Pulau Obi. Perjalanan menuju Danau Karu dapat ditempuh melalui jalan darat menggunakan mobil melalui Desa Baru sampai akses jalan terdekat, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki, atau menggunakan long boat melalui daerah yang dinamakan Jikodolong dan dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui bekas jalan perusahaan kayu. Dalam hal ini kami memilih memulai rute melalui jalan darat menuju Danau Karu dan kemudian pulang menggunakan long boat melalui Jikodolong.

Hari pertama perjalanan kami di mulai pagi-pagi sekali sekitar pukul 05.00 WIT, kami didampingi oleh 6 (enam) orang penduduk lokal, berangkat dengan, dari Laewui melewati Desa Baru dan jalan perkebunan masyarakat serta jalan – jalan bekas perusahaan kayu menuju akses jalan terdekat menuju Danau Karu yang dapat di lalui oleh kendaraan, dengan menggunakan mobil jenis truk selama ± 5 jam

Setelah tiba di lokasi akses jalan terdekat menuju Danau Karu yang dapat dilalui oleh kendaraan, perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki, menyusuri Sungai Tabuji dan beberapa perbukitan landai, yang mana selama perjalanan pada hari pertama ini terdapat beberapa view yang cukup menarik yang Saya abadikan.

Setelah berjalan kaki selama ± 5 jam, kami beristirahat dan bermalam dengan mendirikan flying camp pada anak Sungai Tabuji.

Hari kedua, setelah makan pagi dan menyiapkan bekal untuk makan siang serta membongkar tenda, perjalanan kami lanjutkan (Sekitar pukul 08.00 WIT), tidak seperti hari pertama yang melewati Sungai Tabuji dan beberapa perbukitan landai, pada hari kedua sebagian perjalanan kami melewati lereng perbukitan yang curam dan beberapa anak sungai yang tentu saja banyak menguras keringat.

Selama perjalanan di hari kedua kami menemukan beberapa vegetasi yang menurut Saya menarik, yang paling menarik bagi Saya adalah pohon kayu keras, yang menurut teman – teman Obi Saya adalah pohon yang mana akar pohon tersebut jika di olah menjadi minyak memiliki khasiat sebagai pengeras senjata pria, tentu saja tak lupa Saya pun mengambil akar – akar pohon kayu tersebut sebanyak mungkin sebagai oleh – oleh dan untuk konsumsi pribadi tentunya (hehehe).

Tak terasa hari sudah siang, waktu menunjukkan pukul 12.30 WIT, cacing di dalam perut pun mulai berontak, kami pun beristirahat untuk makan siang, selepas makan siang cuaca mulai tak bersahabat, cuaca mendung yang diawali dengan turunnya kabut kemudian diikuti dengan turunnya hujan yang walaupun tidak begitu deras, tapi cukup untuk membuat basah pakaian kami dan membuat kami merasa kedinginan, saat cuaca masih berkabut terdapat beberapa pemandangan menarik yang Saya abadikan.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun