Tapi pertanyaannya, apakah semua orang seberuntung itu untuk dapat bekerja di tempat yang mereka idam-idamkan? bagaimana dengan orang yang memiliki keterbatasan kesempatan, baik secara pendidikan, sosial atau ekonomi? adakah kesempatan mereka untuk memilih pekerjaan? Atau, apakah semua orang telah mengetahui panggilannya saat harus terjun ke dunia kerja? Banyak survey menemukan bahwa menerima kesempatan bekerja pertama kali lebih didasarkan pada pertimbangan praktis seperti: "lebih baik bekerja daripada menganggur", "pekerjaan ini akan menjadi batu loncatan untuk pekerjaan yang lebih baik", atau "dicoba saja dulu, siapa tahu pekerjaan ini cocok untuk saya".
KEMBALI KE ARTIKEL