Satu dasawarsa silam, nafas Prof DR Ing Burhanuddin Yusuf Habibie M. Eng sesak. Dadanya terimpit godam, matanya membulat lebih besar dari biasanya. Dari kacamata visionernya, Batam jauh melenceng menjadi entitas aglomerasi yang carut marut, Batam yang tidak estetis, tong sampah raksasa dan kampung besar yang sedang berpura - pura menjadi megapolitan. Batam laksana emas polesan yang turun derajat jadi loyang kusam.
KEMBALI KE ARTIKEL