Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

Sepekan bersama Pangeran William lalu sepekan bersama Presiden Obama!

5 Mei 2011   01:50 Diperbarui: 26 Juni 2015   06:04 69 0
Sepekan bersama Pangeran William dan Presiden Obama.

Ada yang mengganjal saya akhir-akhir ini, Media massa dari berbagai penjuru dunia begitu mengekspose sosok William sang pangeran dari Inggris dan riuh meriah perkawinannya dengan Kate. Tapi jangan lupa berita yang tak kalah hangatnya adalah berita tentang tidak diundangnya Presiden Obama ke pesta pernikahan itu. Saya tidak tahu apakah Obama kecewa atau tidak. Bukan soal bagi kita.

Yang lucunya adalah bahwa Obama mungkin tidak mau kalah terkenal. Jengkel tidak diundang mungkin tidak, tapi mengingat popularitasnya yang melorot drastis di mata orang Amerika dan orang Eropa membuat beliau mencari 1001 akal menggenjot popularitasnya, Masak sih dalam sepekan sang Pangeran jadi semakin terkenal hanya karena kawinannya sama si Kate.

Lalu…

Sepekan kemudian Obama pun jadi terkenal lagi. Media massa di seluruh dunia memberitakan keberhasilannya menghabisi Obama setelah 10 tahun dicari-cari. Wah hebat sekali yah waktunya. Kok baru sekarang setelah keterkenalannya agak memudar. Ada apa? Kebetulan lagi ia seakan menunggu setelah sepekan bersama William usai. Setelahnya muncullah sepekan bersama Obama. Entah ia berhasil menghabiskan Obama atau tidak. Who knows…

Foto yang beredar di sejumlah media massa telah diakui adalah palsu (fake). Lalu apa alasnnya? Pihak gedung putih memperingatkan bahwa foto yang sesungguhnya sangatlah mengerikan dan berbahaya untuk diedarkan menjadi konsumsi publik. Foto yang mengerikan tersebut dapat menimbulkan inflamasi. Yang mengatakan hal itu adalah si Jay Carney, juru bicara gedung putih.

Jadi kita tunggu saja setelah sepekan selanjutnya usai, apakah foto asli yang katanya mengerikan itu akan kemudian dirilis menjadi makanan publik supaya mereka menjadi yakin bahwa memang benar si Obama sudah tiada. Sebab kalau tidak, pertanyaan mengganjal saya akan tetap mengganjal…apakah si Obama cuma kepingin menggenjot popularitasnya menyaingi popularitas pemberitaan atas pangeran dari Inggris itu?

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun