Di masa tua ini seringkali aku bertanya-tanya, apa yang masih layak untuk kulakukan? Fisikku yang sudah rapuh, napasku yang sudah terengah-engah karena terlalu sering mendapat cerutu, serta suaraku yang tidak setegas yang dulu, apakah masih pantas bagiku untuk menikmati dunia ini lebih lama lagi? Yang bisa kulakukan hanyalah membuat secangkir kopi pahit yang agak kepanasan dan menyeruputnya sedikit-sedikit, sambil memandang langit sore dari bangku teras rumah.Â
KEMBALI KE ARTIKEL