Selalu setiap hari, Soraya menyiapkan bubur gula jawa kesukaan Mulyono, suaminya. Bubur kental itu dibuatnya sendiri, dari beras pilihan dan terbaik, yang dicampur santan kelapa kental, diberi sedikit garam dan ditaburi gerusan gula jawa. Setiap kali menyajikan bubur itu, mulut Soraya selalu mengucap doa untuk Mulyono yang hingga kini belum pulang---tak akan pulang karena ditampar air, dilahap bangunan, dan dikunyah pepohonan.
KEMBALI KE ARTIKEL