Seminggu terakhir ini media diramaikan dengan wacana
full day school Mendikbud yang baru, Muhadjir. Walaupun telah dijelaskan bahwa
full day school baru sebatas ide atau gagasan, masyarakat menanggapi seakan telah menjadi keputusan, bahkan tanpa memperhatikan lebih dalam terkait kondisi-kondisi yang disampaikan oleh Muhadjir. Kondisi dimaksud terutama terkait penggunaan jam, yang seakan siswa akan mengikuti pelajaran/kurikuler sehari penuh. Padahal gagasan sekolah sehari penuh itu merupakan paket lengkap kurikuler dan ekstra kurikuler, dengan alokasi kurikuler yang relatif tidak berbeda dengan kurikulum yang sedang berjalan. Waktu tambahan lebih untuk kegiatan ekstra kurikuler atau pendidikan karakter/budi pekerti.
KEMBALI KE ARTIKEL