Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Mau Jadi Apa Aku Ini?

21 April 2023   01:21 Diperbarui: 21 April 2023   01:48 117 4
Rintih ibu bersautan dengan kokok ayam
Memaksaku segera keluar dari kandungan
Bapak berpeluh sambil memutar-mutar buah tasbih
Sebelah tangannya diperas oleh jemari ibu

Setibanya aku di tangan dukun bayi
Bapak berbisik di kanan kiri telingaku
Surat-surat harapan mulai ditulis
Satu dua todongan ikut memutus tali pusarku

Semoga dan amin riuh menghujani ubun-ubun
Orang-orang membincangkan kebaikan Tuhan

Tak terasa lama aku,
Telah berlari mengejar
Telah mengayuh laju
Telah membusung naik

Dikira waktu itu telah tepat
Bapak bertanya
Ibu menimpali
"Mau jadi apa kau, Nak?"

Kukira belum tepat waktu itu
Kukita tidak tepat waktu itu
Kukira tak ada waktu tepat untuk itu
"Mau jadi apa aku ini?"

Aku mencoba meraba
Meraba aku
"Ada apanya di dalam aku ini?"

Katanya, aku
"Mana bisa kau menjadi ini"
"Mana bisa kau menjadi itu"
"Mana bisa, kau tak bisa"
Seperti itu katanya

Bahkan aku tak sanggup menatap telapak-telapakku
Tidak berbuah tidak berkembang
"Lalu mau jadi apa aku ini?"

Di mana harap-harap yang telah ditulis dahulu?
Apa gunanya harap-harap itu?
Menyiram tidak, memupuk juga tidak
Kemana pula tiupan doa-doa dahulu itu
Mungkinkah meliuk ke barat dan timur ubun-ubunku

Kanan kiri rumah terasa riuh
Lebih riuh daripada tangisan pertamaku dulu
Kenapa pula orang-orang ini
Menyibukkan diri dengan membincangkan urusan Tuhan

Pagi yang pucat dalam rintik
Kopi panas dan teh hangat berjumpa di teras
Aku ikut menghangat dalam ratap ibu yang renta
Jemari bapak yang kasar dan gemetar
"Bolehkah aku jika tak jadi apa-apa?"

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun