Mohon tunggu...
KOMENTAR
Fiksiana

Fiksi Mini: Cinta yang Tulus

3 Maret 2024   15:37 Diperbarui: 3 Maret 2024   15:44 117 23


     "Jangan menangis! Ada aku di sini," kataku sambil mengusap air matanya.
      Matanya sembab dan memerah. Kesedihan melandanya. Aku tak sanggup melihatnya bersedih. Aku melakukan semampuku, menghibur dan menenangkannya.
      "Aku tak kuat lagi, Nana," katanya diiringi tangis.
      "Kuatkan dirimu, Enu. Ada aku di sisimu," bisikku menenangkannya.
       Aku mengusap air matanya. Mengecup keningnya.
       "Aku tak 'kan meninggalkanmu. Kamu tahu betapa tulusnya cintaku. Aku menerima kekuranganmu," kataku sungguh.
      "Apa itu benar, Na?" tanyanya.
      Aku mengangguk.  
       Aku bahagia, ia mulai tersenyum. Senyummnya membahagiakanku. Aku memeluknya.
       "Na, aku dikejar debt collector hari ini. Bisakah Nana melunasinya? Utang ini gara-gara skincare. Aku kan harus tampil cantik di depanmu!" bisiknya.
       Aku tertegun meresapi kalimatnya. Aku hanya guru tidak tetap dengan gaji ratusan ribu, itu pun dibayar tiga bulan sekali saat dana BOS cair.
        "Ya, akan kubayar," jawabku gelagapan.

01 Maret 2024


Nana: Bahasa Manggarai, Flores NTT, artinya setara dengan "Mas" dalam bahasa jawa (panggilan untuk laki-laki).
Enu: Bahasa Manggarai, Flores NTT, artinya setara dengan "Mbak" dalam bahasa jawa (panggilan untuk perempuan).
Na: Singkatan dari nana.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun