Menurut rencana Presiden SBY berkenan memberikan beasiswa kepada para peraih nilai UN rata-rata tertinggi di Indonesia, mulai peringkat ke-1 hingga ke-10. Kata Mendiknas, ini bukan beasiswa Bidik Misi, karena tidak adapersyaratanmiskin, tapi ini kan hanya karena prestasinya dan belum tentu miskin.
Wah, memangnya seberapa banyak sih jumlah anak miskin pinter dibandingkan dengan jumlah anak kaya pinter? Apalagi ini se-Indonesia.
Apakah kata beasiswa punya makna yang lain ya, selain yang saya kutip di atas? Dan, apakah sulit memprediksi dari ke sepuluh siswa peringkat tertinggi tersebut, pasti sebagian besar anak-anak kaya?
Atau, saya salah ya? Maaf.