Mohon tunggu...
KOMENTAR
Politik Artikel Utama

Jenderal Ganteng Itu (Calon) Presiden 2014

8 Januari 2010   00:59 Diperbarui: 26 Juni 2015   18:34 6138 0
[caption id="attachment_50194" align="alignleft" width="300" caption="Ketika menjemput jurnalis lepas AS, William Nessen yang dituduh sebagai mata-mata di Banda Aceh, 24 Juni 2003 (foto google)"] Ketika di penghujung pemerintahan Presiden Soeharto, sosoknya sering muncul di televisi. Dengan tubuh tinggi tegap dan wajah yang rupawan, Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin mampu menyedot perhatian ibu-ibu dan gadis-gadis ibukota waktu itu. Sempat terekam di berita televisi bagaimana antusiasnya mereka menyambut patroli jenderal ini sewaktu menjabat Pangdam Jaya sejak 24 September 1997. Sayang, popularitas dan karir cemerlangnya tenggelam seiring runtuhnya Orde Baru, namanya pun dikaitkan dengan pelanggaran HAM yang menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti, bersama Pangkostrad kala itu, Letjen Prabowo Subiyanto.

Pria yang berasal satu daerah dengan Jusuf Kalla ini lahir pada tanggal 30 Oktober 1952 (58 tahun). Sjafrie terlahir sebagai anak kolong. Ayahnya, Sjamsoeddin adalah anggota ABRI, terakhir berpangkat letnan kolonel. Hasrat Sjafrie menjadi tentara tumbuh ketika duduk di SMA IV. Lokasi sekolahnya dekat dengan Markas Komando Daerah Militer Jaya yang ketika itu berada di Lapangan Banteng.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun