Dalam penggal kisah Menumpas Perompak Lanun di Riau, diceritakan oleh sastrawan Melayu Raja Ali Haji (RAH) bahwa pada 1251 Hijriyah atau 1835 M, bermusyawarahlah Baginda Sultan Muhammad dengan ayahnya, Yang dipertuan muda Raja Abd. Al Rahman terkait situasi laut daerah taklukannya, Lingga dan Riau (Kepulauan Riau kini). Perairan tersebut mulai kerap diganggu perompak lanun atau bajak laut. Diputuskannya, menitahkan Haji al-Ibrahim untuk menemui Gubernur Belanda di Betawi untuk melaporkan kondisi terkini.
KEMBALI KE ARTIKEL