Teruntuk mahluk yang tak lagi bernyawa.
Menjadi alunan kisah yang selalu menemani sepanjang malam yang berkelabu.
180 menjadi sosok yang ambigu setelah insiden itu.
Kalbu menyelimuti hingga menuai duri.
Seolah pemikir yang tak lagi mampu berfikir. Sehingga badan yang mungil semakin mungil gerak pun sempoyongan hingga terjatuh tersungkur.