" Ndhuk... mampir. Mbok ditumbasi (belanja di sini)... " Sapa seorang Simbah Perempuan Tua. Istriku berhenti. Lalu membeli bawang merah. Bawang merah sebenarnya masih ada di rumah. Namun karena sapaan ramah Mbah itu agaknya membuatnya mampir. Tidak banyak yang di beli. Hanya setengah kilo, 8.000 rupiah. Lalu mengalirlah cerita seakan-akan Mbah sudah begitu akrab dengan kami. Tentang anak-anaknya, cucunya, usaha dagangnya.
KEMBALI KE ARTIKEL