Mohon tunggu...
KOMENTAR
Pendidikan

Bahasa Isyarat Itu (sangat) Penting

20 Mei 2012   12:26 Diperbarui: 25 Juni 2015   05:03 273 0
Berbagai penelitian psikologi sekarang banyak yang mengomentari dan meneliti  tindakan sederhana dari sebuah gerakan badan itu mampu memberikan support/dorongan, persuasi (kemampuan mengajak/membujuk) orang lain,  daya empati  meningkat, bahkan dapat meningkatkan kinerja kognitif  dan masih banyak lagi …

Umumnya, kita cenderung berpikir bahwa body language ( bahasa tubuh)  sebagai sesuatu yang mengungkapkan bagian internal seseorang yang  diekspos ke luar. Tetapi juga berlaku  hukum sebaliknya: body language kita juga mempengaruhi pikiran kita.

Berbagai  penelitian psikologis berikut ini menunjukkan, bahwa gerakan tubuh kita ini mampu  mendorong  pikiran dan perasaan dan juga mampu   meningkatkan prestasi (kinerja).

1. Berpose dengan gagah

Jika Anda ingin merasa lebih gagah  maka berdirilah dengan  postur yang "keren". Carney dkk. (2010) menemukan bahwa ketika orang berdiri atau duduk dalam pose gagah  selama satu menit-yang melibatkan anggota badan terbuka dan bebas  gerakan-mereka tidak hanya merasa lebih kuat tetapi mengalami peningkatan kadar testosteron yang mengalir pada  sistem mereka. Berposelah secara Powerfull dengan  mengambil ruang lebih banyak, sehingga  tubuh Anda bebas bergerak dan membuka lengan atau kaki. Bila Anda mendominasi ruang, pikiran Anda pun mendapatkan pencerahan.

2. Tegangkan otot meningkatkan kemauan

Otot yang tegang  dapat membantu meningkatkan kemauan Anda. Dalam serangkaian  5 kali penelitian oleh  Hung dan Labroo (2011) menemukan bahwa ketika orang menguatkan otot mereka,  ia lebih mampu menahan rasa sakit, menolak makanan yang menggoda, mengambil obat yang tidak disukai  dan memperhatikan informasi yang mengganggu. Jadi, jika Anda perlu meningkatkan suatu kemauan, tegangkan otot-otot Anda. Ini akan sangat membantu.

3. Silangkan Tangan (Sedakep) agar Gigih

Jika Anda terjebak pada masalah yang membutuhkan ketekunan cobalah untuk  menyilangkan lengan. Penelitian dari Friedman dan Elliot (2008) menemukan bahwa para peserta pelatihan  melakukan hal itu dan ia menemukan bahwa mereka bekerja lebih lama pada satu set anagram (permainan menukarkan  huruf dengan kata-kata lain) yang lebih sulit. Bahkan sekitar dua kali lebih lama. Ketekunan mereka menyebabkan solusi yang tepat.

4. Berbaringlah untuk Memperluas Wawasan

Jika menyilangkan lengan Anda tidak memantu maka cobalah berbaring. Penelitian Lipnicki dan Byrne (2005) telah menemukan bahwa pemain anagram yang berbaring, mereka  mampu memecahkan masalah dengan  lebih cepat ketimbang yang tidak berbaring. Jadi, berbaring itu dapat membantu Anda mencapai solusi kreatif.

5. Tidurlah Sebentar agar Berprestasi

Sementara Anda berbaring, mengapa tidak tidur sebentar? Namun terlalu lama tidur di siang hari,  Anda akan menderita inersia tidur: Suatu perasaan menjadi mengantuk terus dan  malas untuk beranjak dan bergerak. Tidur siang  meski sedikit ada gunanya.

Brooks & Lack (2005) membandingkan lama waktu tidur siang antara 5, 10, 20 dan 30 menit untuk menemukan mana yang paling baik. Tujuannya, untuk peningkatan kekuatan kognitif, semangat dan tetap terjaga. Ternyata tidur siang yang terbaik adalah 10 menit. Manfaatnya  akan terlihat segera setelah 10 menit tidur siang tapi tidur siang yang lama membutuhkan waktu  lebih lama untuk bangun. Namun lima menit tidur siang memiliki manffat setengahnya, tetapi  lebih baik daripada tidak.

6. Gesture untuk Persuasif

Isarat tangan saat berbicara seperti isarat menggunting saat ia bicara, itu sangat menarik. Namun itu hanyalah kemasan dalam berkomunikasi.

Maricchiolo dkk. (2008) menemukan bahwa gerakan tangan membantu meningkatkan kekuatan pesan persuasif (meyakinkan/ajakan)  jika dibandingkan dengan tidak menggunakan gerakan. Paling efektif adalah gerakan yang membuat apa yang Anda katakan itu lebih dimengerti oleh pendengar.

7. Gesture membantu untuk memahami

Gestures (isyarat tubuh) tidak hanya membantu untuk meyakinkan orang lain, ia  juga dapat membantu kita berpikir. Dalam sebuah penelitian terhadap anak-anak, Cook et al. (2007) menemukan bahwa anak-anak yang didorong untuk melakukan gerakan tubuh (gesture)  sambil belajar, maka daya ingatnya  lebih dari apa yang mereka pelajari. Perpindahan tangan kita dapat membantu kita belajar;  tampaknya kita ini mampu berpikir jika bersama tangan kita.

8. Tersenyum untuk kebahagiaan

Tersenyum bisa membuat Anda merasa bahagia, apakah itu dibenarkan atau tidak. Strack dkk. (1988) meneliti para peserta memegang pena di mulutnya masing-masing. Tujuannya untuk melihat apakah pena yang di mulut mereka itu mampu mengaktifkan otot yang mengatur untuk senyum, atau tidak. Ternyata,  mereka  yang tersenyum dengan otot yang diaktifkan lebih lucu daripada yang lain (otot senyumnya  tidak diaktifkan dengan pena di mulut mereka).  Jadi, memaksa tersenyum itu benar-benar membuat kita melihat dunia dalam cahaya yang lebih baik.

9. Mimik untuk Berempati

Jika Anda ingin mendapatkan apa yang dipikirkan orang lain, Anda dapat mencoba dengan menyalin perilaku mereka. Tirulah eksenya, postur tubuhnya, ekspresi saat berbicara dan sebagainya. Jika Anda dapat menirunya, Anda akan merasakan sendiri maka Anda akan mendapatkan petunjuk dari apa yang orang lain rasakan. Hal itu sudah  dikenal selama beberapa tahun: mimikri adalah cara yang bagus untuk simulasi  terhadap kondisi emosional orang lain.

10. Meniru untuk memahami

Gagasan bahwa meniru itu membantu kita memahami orang lain baik dalam hal cara berpikir  dan tingkah laku.  Dalam sebuah percobaan oleh Adank (2010), peserta merasa lebih mudah untuk menguraikan aksen yang asing jika mereka mencoba untuk meniru  sendiri. Beberapa psikolog berpendapat lebih jauh, mengklaim bahwa meniru orang lain membantu kita memprediksi apa yang akan mereka lakukan (misalnya Pickering & Garrod, 2007).

“Embodied Congnition”

Banyak dari studi masalah  ini mendukung teori tentang kehidupan manusia (dan memang semua kehidupan) yang disebut “embodied congnition” atau bisa diartikan memahami lewat gerakan tubuh. Idenya adalah bahwa kita tidak hanya berpikir dengan pikiran kita, kita juga berpikir dengan tubuh kita. Pikiran kami bukan otak dalam toples, tetapi terhubung ke tubuh yang bergerak di dalam suatu lingkungan.

Seperti kehidupan modern sekarang menjadi semakin virtual, seperti layaknya permainan  pada monitor  dengan berbagai ukuran, maka kita perlu mengingatkan bahwa hubungan antara pikiran dan tubuh adalah dua arah. Kecerdasan manusia lebih dari kekuatan pemrosesan abstrak; hal ini  berkaitan tentang interaksi antara pikiran, tubuh dan dunia di sekitar kita.

Sumber

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun