Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan bergizi. Sayur bayam, yang kaya akan vitamin dan mineral, menjadi pilihan yang tepat untuk dikembangkan di desa. Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan pengetahuan kepada warga tentang cara budidaya sayur bayam yang efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan dimulai dengan sosialisasi yang dipandu oleh mahasiswa KKN. Dalam sesi ini, mereka menjelaskan teknik budidaya sayur bayam mulai dari pemilihan bibit, cara menanam, hingga perawatan tanaman. Warga desa diajak untuk berpartisipasi aktif dalam praktik langsung, sehingga mereka dapat memahami proses budidaya dengan baik.
Mahasiswa juga memberikan informasi mengenai manfaat nutrisi bayam bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil. Dengan pengetahuan ini, diharapkan masyarakat lebih termotivasi untuk menanam sayur bayam di pekarangan rumah mereka.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan demo masak menggunakan sayur bayam sebagai bahan utama. Mahasiswa KKN memperagakan berbagai resep sederhana dan bergizi yang dapat dibuat dengan bayam, seperti nugget bayam dan dadar gulung bayam. Peserta sangat antusias mengikuti demo masak ini dan mencicipi hasil masakan yang lezat.