Topik ini dapat ditinjau melalui teori kritik (critical theory) melihat bahwa adanya kekuatan baru yaitu the small five (S5) yang mengkritik kekuasaan negara-negara super power dalam PBB. Munculnya kritikan dari negara-negara S5 (Kostarika, Singapura, Yordania, Liechtenstein, dan swiss) ini disebabkan oleh the big five “Big Powers” (P5) yang merupakan Dewan Kemamanan (DK) PBB (Amerika Serikat, China, Inggris, Prancis, dan Rusia), yang memiliki hak veto yang dinilai semena-mena dalam menggunakan hak vetonya dan denganhak veto tersebut negara-negara P5 cenderung dapat memaksakan kehendak.