Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerbung

Biar Hati Bicara (Part 13)

21 November 2024   20:58 Diperbarui: 21 November 2024   21:11 35 0
     "Maaf Sena, saya tidak tahu kalian ada acara. Saya hanya berniat memberi Andara kejutan, dengan menjemputnya. Maaf, kalau saya mengganggu," sapa Devandra begitu sampai di depan Sena.
Sena tidak menjawab, hanya mengangguk singkat. Mata tajamnya fokus pada tangan Devandra yang terparkir manis di atas bahu Andara. Gadis itu terlihat ceria, senyum mengembang di wajahnya. Sangat berbeda dengan waktu bertemu dengannya di sekolah tadi. Sena merasa, Andara tidak menyukai pertemuan mereka, apalagi pergi dengannya. Sikap yang menurutnya aneh, selama ini mereka baik-baik saja. Bahkan, ketika ada Abimanyu yang super hits di sekolah. Cowok yang membuat banyak gadis mengejarnya, tidak mengubah Andara. Gadis mungil itu tetap memilih menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya.

        Sena yang membuka jalan lebar-lebar, supaya Abimanyu bisa masuk dalam kehidupan Andara. Dia pikir, kehadiran Abimanyu akan membuatnya sedikit lebih bebas. Andara tidak akan bergantung padanya lagi. Sebenarnya bukan bergantung yang bagaimana, yang merugikan seperti hubungan beberapa temannya dengan gadis-gadis manja mereka. Bukan seperti itu, Andara gadis mandiri, dia hanya akan meminta bantuan kalau sudah kepepet, itu juga sangat jarang. Seringnya, malah dirinya yang mencari kesempatan menemani gadis itu. Apakah sebenarnya dia sudah menyukai Andara sejak dulu, tetapi tidak sadar?  

      Kemarin, ketika Andara mengajak Abimanyu merayakan ulang tahunya, Sena sudah tidak suka. Kehadiran Abimanyu belakangan ini mulai mengganggunya. Terlebih di momen bahagianya, Sena hanya ingin merayakan berdua bersama gadis itu. Sial, Andara mengundang cowok itu, seperti biasa Sena tidak bisa menolak keinginan Andara. Lebih sial lagi, laki-laki dewasa itu tiba-tiba muncul, dan merusak momen indah yang sudah terlanjur rusak. Sena muak dengan apa yang dilihatnya, Andara mengabaikannya.

     Seperti kemarin, Andara lebih asyik mengobrol dengan Devandra. Sena merasa tertekan, dia seperti anak kecil yang kehilangan mainannya. Dia ingin berteriak, memaki laki-laki yang sudah dua kali merusak hari bahagianya dengan Andara. Laki-laki yang membuatnya tidak berharga di mata gadis dari masa kecilnya.

     Sebahagia itukah Andara, hingga tidak sedetik pun melihat ke arahnya? Sena tiba-tiba merasa insecure, sebaliknya Andara sangat bahagia. Sena tidak mampu lagi menyelami perasaan gadis yang empat tahun terakhir sangat dekat dengannya. Sena tidak menangkap kegelisahan yang disimpan gadis itu, sinyal yang dikirimkan sejak pertemuan di depan kelas itu pun, tidak membuatnya menyadari perubahan sikap Andara. Sena menilai dari apa yang terlihat.

      Andara tertawa renyah, rambut ekor kudanya bergoyang-goyang. Sesekali, laki-laki dewasa itu mengacak rambut gadis di depannya. Sungguh, Sena merasa menjadi pengganggu di pestanya sendiri. Ya, di pestanya sendiri. Seharusnya, ini akan menjadi momen indah bersama Andara, tanpa siapa pun termasuk Abimanyu.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun