Lalu, apa yang membuat fenomena ini begitu menonjol di zaman sekarang? Apakah tren kehidupan modern memberikan solusi atau malah memperparah situasi? Mari kita telaah lebih dalam.
Apa Itu Generasi Sandwich?
Istilah Generasi Sandwich pertama kali diperkenalkan pada 1980-an oleh Dorothy A. Miller, seorang pekerja sosial. Istilah ini merujuk pada orang dewasa yang merasa "terjepit" antara kebutuhan generasi yang lebih tua (orang tua mereka) dan generasi yang lebih muda (anak-anak mereka). Fenomena ini semakin relevan karena perubahan demografi dan gaya hidup yang membuat banyak individu berperan ganda sebagai pengasuh.
Karakteristik utama Generasi Sandwich:
Tanggung Jawab Ganda: Mereka tidak hanya mendukung finansial, tetapi juga memberikan perawatan fisik dan emosional kepada dua generasi.
Kelompok Usia: Biasanya berusia 30 hingga 50 tahun, meski ada juga yang lebih muda atau lebih tua.
Kesulitan Membagi Waktu: Kombinasi pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab perawatan sering kali membuat mereka kekurangan waktu untuk diri sendiri.
Data statistik mendukung tren ini. Sebagai contoh:
Di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, sekitar 47% orang dewasa berusia 40--59 tahun adalah bagian dari Generasi Sandwich.
Di Indonesia, fenomena ini juga marak karena tradisi keluarga besar yang kental, tetapi kini diperparah dengan biaya hidup yang terus meningkat.