Bagi warga Jakarta, ibukota negara, persoalan kemacetan sudah terasa sangat biasa. Dihadapi di dalam keseharian, sama halnya seperti makan dan tidur. Waktu yang dihabiskan ketika terjerat kemacetan parah bisa jadi lebih lama ketimbang waktu tidur. Di hari-hari kerja, yakni Senin-Jumat, mungkin sekitar 50 persen waktu produktif pekerja ibukota dihabiskan dijalan.
“kalau gak tahan macet, jangan tinggal di Jakarta”,kalimat yang menyiratkan, macet dan Jakarta ibarat dua sisi dalam satu koin yang sama. Hingga kini jika kita tanyakan,
“apa masalah utama Jakarta?”, penulis yakin 99 persen warga ibukota, akan serentak seirama menjawab,
“Macet!”.
KEMBALI KE ARTIKEL