Yayasan Kedai Masyarakat bersama Bapak Wardika melaksanakan monitoring penanaman kelor di lokasi penanaman kelor. Adapun permasalahan dan tantangan pada pertumbuhan tanaman kelor.
Faktor-Faktor Penyebab Tingkat Pertumbuhan Bibit Kelor:
1. Extreme Weather Condition
Sangat obvious sekali bahwa, tantangan terbesar untuk mendukung pertumbuhan kelor (Moringa oleifera) yang baru saja ditanam. Tantangan ini bersifat makro, yang artinya dipengaruhi oleh factor external dalam skala besar yang tidak dapat dikontrol/dibendung. Kondisi ini tidak mudah untuk bibit kelor yang baru ditanam, sebab membutuhkan daya dukung lingkungan agar bisa bertumbuh, karena bibit berada pada fase generative (bertumbuh)
2. Soil Quality
Kondisi lingkungan yang kurang mendukung diperparah oleh keterbatasan media tanam baik secara makro dan mikro. Kondisi tanah berbatu kapur yang keras ini sangat minim dengan unsur hara yang mengandung nutrisi untuk bibit tanaman kelor bertumbuh. Keterbatasan sumber daya lokal untuk menambah unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman untuk bertumbuh dan bertahan hidup.
3. Water Supply & Humidity
Air sebagai sumber utama tanaman bertumbuh juga terbatas. Kualitas penyiraman tidak dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan sumber air. Sistem penyiraman yang dilakukan sebagai upaya melindungi tanaman tidak menjadi optimal karena suhu udara yang sangat panas, malah membuat boiling effect pada tanaman. Sinar cahaya matahari langsung yang sangat panas  menyengat dengan kelembaban yang sangat rendah membuat kondisi tanah semakin kering karena tingkat penguapaan yang sangat tinggi.
4. Jadwal Tanam.
Dengan keterbatasan data tentang musim, jadwal penanaman dapat dijadikan evaluasi kedepannya. Dimana agenda penanaman sebaiknya dilakukan menjelang atau saat musim penghujan. Atau minimal dilakukan ketika cuaca lebih mendukung.
Dari permasalahan dan tantangan tersebut, berbagai solusi yang dapat dilaksanakan di masyarakat adalah;