Puisi | Wulandari, di Antara Batas Mimpi dan Angan Menempah Sunyi
6 Mei 2020 08:43Diperbarui: 6 Mei 2020 09:056112
Perlahan bayangan wajahmu mulai memudar, manis senyumu, dua lesung pipitmu, hingga gambaran jernih dua matamu. Memudar seiring angin beredar, menguar dalam ruang imajinasi yang sulit di mengerti.
Jixie mencari berita yang dekat dengan preferensi dan pilihan Anda. Kumpulan berita tersebut disajikan sebagai berita pilihan yang lebih sesuai dengan minat Anda.
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Akun Terverifikasi
Diberikan kepada Kompasianer aktif dan konsisten dalam membuat konten dan berinteraksi secara positif.