Peristiwa bermula ketika korban diserang di sebuah grosir dekat tiang listrik. Tikaman pelaku mengenai perut bagian kanan korban, menyebabkan luka dalam yang serius hingga mengakibatkan pembekuan darah di paru-paru. Anshari harus menjalani operasi besar pada Sabtu, 7 Desember 2024, setelah sebelumnya sempat terkendala oleh masalah administratif dan upaya pihak lain yang hampir membahayakan nyawanya.
Hingga Rabu, 11 Desember 2024, korban belum dapat keluar dari rumah sakit karena keterbatasan biaya. Anshari, yang berasal dari keluarga kurang mampu, kini sangat membutuhkan bantuan finansial untuk melanjutkan pengobatan.
“Kami sangat berharap aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan memberikan keadilan kepada korban. Selain itu, kami juga memohon uluran tangan masyarakat yang peduli untuk membantu meringankan beban biaya pengobatan Anshari,” ujar Zaitun, kerabat dekat.
Menurut keterangan saksi, peristiwa ini dipicu oleh dendam lama antara korban dan pelaku yang memanas hingga berujung pada tindakan penyerangan. Pelaku menyerang dengan senjata tajam tanpa memberi kesempatan kepada korban untuk melarikan diri. Keluarga korban sangat terpukul dan mendesak pihak kepolisian untuk memprioritaskan kasus ini agar pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.