Jika 17 Agustus 1945 merupakan proklamasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka 20 Mei 1908 dapat dikatakan sebagai “proklamasi” kesadaran untuk berke-Indonesiaan. Para pemuda pelajar STOVIA menegaskan tujuan organisasi Budi Utomo untuk memulai gerakan nasional umum, meninggalkan zaman kolonial menuju zaman nasional. Hubungan batin yang dirintis pada zaman kebesaran Sriwijaya dan Majapahit dan perasaan senasib sependeritaan oleh penjajahan bangsa asing selama ratusan tahun menimbulkan rasa persatuan para pendiri Budi Utomo.