Malam ini adalah malamkelam yang dilengkapi dengan udara dingin yang menusuk tulang setiap insan yang berada di bawah langit Benda. Dengan malas, ku langkahkan kakiku sembari ku paksakan agar dapat mencapai titik terang yang berada di masjid An Nur. Seperti biasanya, semua santri mengikuti pengajian sentral seusai sholat Isya. Tiba-tiba ada sesuatu hal yang mengganjal di hatiku. Aku pun tak tahu apa yang sebenarnya sedang ku rasakan pada malam ini. Pengajian Sulamul Thaufiqyang biasa di sampaikan oleh Abah K.H. Masruri Abdul Mughni, untuk sementara ini di gantikan oleh putra beliau.