Sejenak hening. Tak ada yang bersuara. "Aku sudah lama menahan diri," gumam seseorang. Beberapa yang lain menoleh ke arah gumamman itu. "Menahan diri untuk bertemu anak. Ia pergi berlayar, entah kapan bisa cuti dan pulang," sambungnya sembari menghela nafas dalam-dalam. Desir angin sore itu menggetarkan daun-daun kering di pelataran masjid, membawa serta percakapan para pria itu ke langit.
KEMBALI KE ARTIKEL