(Ultimate Conciousness Series#34)
Ditulis oleh : eko irawan
Setelah sejauh ini. Meniti ruang waktu, menapak pertarungan hati. Diantara ramai Menembus sepi. Mustahil jika harus gagal lagi.
Diam disangka rekayasa, dituduh menunda nunda. Dikepung berjuta tanya. Dikejar jawab, seolah sandiwara seolah drama. Usaha ini juang berkorban rasa.
Nolak proses minta hasil? Minta panen tapi tak Sudi andil? Semua lunas tanpa kenal cicil? Tumbuh langsung besar, lupa jika harus lalui kecil?
Menunggu memang lelah. Bikin resah, hati gundah. Masalah terus tumpah ruah. Sungguh tak bijak, tunjuk sana sini, jadi yang paling salah.
Kenapa tidak introspeksi diri. Tentang usaha dan sumbang apa selama ini. Bisa juang bersama, kenapa jalan sendiri sendiri. Marah dan protes bukan solusi.
Sukses tak bisa diraih dengan menolak kompak. Menelikung langkah, jegal babak agar rusak. Tak bijak lihai bentak, congkak main desak. Tak butuh perusak, tak butuh pemberontak.
Jangan lihat saja, tak perlu recoki usaha. Saatnya saling paham, tumbuhkan saling percaya. Mari saling rasa, dukung daya upaya. Milik bersama, minimal dukung dengan doa.
De Huize Sustaination, 6 September 2024
Ditulis untuk Ultimate Conciousness Series 34
Catatan Kaki
Baca Ultimate Conciousness Series lainnya :
https://www.kompasiana.com/tag/ultimate-consciousness-series