Mohon tunggu...
KOMENTAR
Ramadan Pilihan

Menjaga Amal Ibadah Tak Seberat Menjaga Jarum Timbangan agar Tidak Geser ke Kanan

10 April 2024   19:12 Diperbarui: 10 April 2024   19:32 703 14
Halo sobat Kompasiana dan pembaca semua. This is the first day of Syawal. Bagaimana, sudah berapa porsi opor ayam yang masuk ke perut? Subhanallah...

Maksud hati mungkin menjaga agar jangan sampai kalap, namun kalau di setiap persinggahan silaturahmi selalu dipaksa makan ... hmmm apa daya, kan? Dalih tidak enak menolak, membuat hari ini 4 porsi kari ayam berikut ketupatnya masuk ke perut saya. Duh...

Yang pertama, tentu sobat Kompasiana tahu sunnah salat idul fitri yaitu makan dulu di rumah. Nah, saya makanlah ketupat dan kari ayam. Memang cuma masak itu di rumah.

Seperti biasa setelah salat kami ke rumah tante yang tinggal satu kompleks dengan rumah kami. Di sana selalu disuruh makan. Kembali sepiring ketupat dan kari ayam masuk ke perut.

Persinggahan berikutnya ke rumah kakak di kota, di sana makan lagi dengan menu yang sama.

Tapi jangan mengira satu porsi itu benar-benar porsi full, ya. Jadi saya cuma mengambil satu-dua potong ketupat berikut ambil ayamnya yang bagian tulang-tulang. Entah kenapa suka tulang-tulangnya...rasanya menikmatinya butuh seni tersendiri. Kalau bagian dada kan daging semua, berasa ga ada effort makannya, hahaha.

Sampai di rumah lagi, suami saya nyeletuk bahwa timbangannya sudah naik satu kilo. Saya bilang kemungkinan sama dengan saya. Jadi saya waktu puasa kemarin sempat timbang badan. Timbangan saya itu 61 kg...saya senang dong, karena sebelumnya terakhir timbang, beratnya 63. Berarti kan turun 2 kg!

Tapi setelah berbuka iseng saya timbang lagi kok 62 hahaha masak iya berbuka puasa seberat 1 kg. Yang terbaru ini, setelah keliling rumah saudara tadi, kuintip jarum timbangan menunjukkan angka 62,85! Subhanallah,  masak iya baru hari pertama nggak puasa, berat badan sudah mau balik ke awal sebelum puasa! Sedih karena ingat salah satu target di 2024 adalah slim and fit. Paling tidak, bobot dikunci di 60. Aamiin.

Ternyata menjaga agar berat badan stabil itu sungguh berat. Apalagi kalau targetnya mau nurunin berat badan. Duh, effortnya harus maksimal.

Lalu tiba-tiba saya teringat ada yang lebih penting daripada menjaga berat badan, yaitu menjaga amal ibadah kita. Kemarin sepanjang Ramadan sudah bagus sekali. Tarawih disiplin, ngaji dikencengin. Tapi apa nih...baru sehari lepas Ramadan, apa nih amal ibadah yang bisa dibanggain? Masak berat badan nambah yang mau dibanggain?

Ya Allah, baru satu hari, lho.

Padahal menjaga amal ibadah itu, tak seberat menjaga jarum timbangan agar tidak geser ke kanan lho. Kalau soal jarum timbangan itu kan harus mengendalikan nafsu makan diimbangi olah raga - yang kadang kita males banget. Tapi, menjaga amal ibadah itu semudah berdiri lagi untuk salat sunnah seusai salat wajib. Semudah buka qur'an sejenak setelah salat. Semudah itu...

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun