Rahim adalah mahakarya sang Maha Segala. Ia tempat yang sangat elastis, ruang yang nyaman, tempat terbentuknya awal kehidupan, di mana doa-doa lebih sering dilantunkan.
Namun tak ada yang abadi di dunia ini. Rahim pun punya masa kadaluwarsa, ketika ia tak layak lagi untuk menjadi tempat yang nyaman bagi bakal bayi, sebab proses degeneratif dari tubuh. Proses alami dan akan dialami oleh semua manusia di bumi tak terkecuali.
Usia 40+ pada perempuan dianggap rahimnya tak lagi kondusif, karena tubuh yang tak lagi asertif. Bukan tak boleh mengandung, namun itulah saat di mana kehamilan sudah mulai berisiko. Walau secara logika, kehamilan dapat terjadi selama si perempuan masih mengalami menstruasi, yaitu luruhnya sel telur yang tidak dibuahi.