Saudaraku yang Budiman, sampai saat ini pademik korona belum ada tanda-tanda akan berakhir. Malah, baru-baru ini muncul varian baru covid-19 yang lebih resisten.  Maka,  kita harus lebih berhati2 dan  waspada.
Sebagai muslim, harus meyakini bahwa Corona itu adalah makhluk hidup Ciptaan Allah SWT. Meskipun bentuknya teramat sangat kecil dan hanya dapat diamati menggunakan mikroskop mikro canggih, Â tapi dia hidup sebagaimana makhluk hidup lainnya, mempertahankan hidup dan terus berkembang biak.
Masalahnya adalah dlm mempertahankan hidup dan berkembangbiak, corona menjadikan manusia sbg induk semangnya.
Kenapa harus manusia? Dari sinilah muncul penghayatan yang hakiki.
Dalam pandangan sufi tasawuf, tergambarkan bahwa munculnya Corona ada 2 kemungkinan. Pertama sebagai cobaan, dan kedua sebagai sebuah hukuman.
Bila ini cobaan berarti Corona ini akan membawa kemaslahatan bagi orang-orang yang tetap sabar menerimanya dengan keikhlasan.
Tapi bila ini sebuah hukuman, tentu saja selama ini banyak kemungkaran-kemungkaran yg telah terjadi dipermukaan bumi ini.
Dalam Surah As-Syura Allah berfirman:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari dosa-dosamu," (QS. As Syura: 30)
Kemudian dalam Shahih Muslim dari Zainab binti Jahsy bahwasanya ia bertanya kepada Rasulullah SAW,
"Wahai Rasulullah, apakah kami akan dibinasakan padahal ada orang-orang shalih di tengah kami.?" Beliau menjawab, "Ya, bilaa keburukan telah demikian banyak."
Saudaraku...
Andai kata Corona muncul  pada masa nabi Sulaiman as.  Pasti, dengan mukzijatnya yang dapat berkomunikasi dengan semua makhluk hidup,  Nabi Sulaiman pasti akan berkomunikasi, menyuruh Corona untuk hilang atau paling kurang tidak menganggu manusia lagi.
Bisa jadi, karena patuhnya pada sosok yang Nabi Sulaiman, sosok yg mulia, suci, Â yang selalu bertawaqal kepada Allah dan hanya bergantung padaNya. Bukan tidak mungkin, Corona akan melakukan aksi bunuh diri massal. Sangking patuhnya..
Saat ini memang tidak ada lagi Rasul atau Nabi. Tapi sebagai sebaik-sebaiknya umat. Apakah diantara yang sebaik-baik umat ini tidak ada lagi sesosokpun yang
doa2nya ijabah? Sehingga denga  Izin  Allah  membuat corona memahami keresahan manusia?
Pertanyaan besar kita: Apakah tidak ada lagi yang didengar atau tak ada lagi yang bisa mendengar?
Apaksh karena sekarang banyak yang bicara namun tingkahlakunya beda dengan yang dibicarakan?. Tidak sesiapa tapi kita semua.
Saya percaya, selain obat, Corona akan cepat lenyap (tdk ganas), perlu ada orang yg hatinya seputih kapas tak ternoda, yang doa-doa dapat langsung menembus lagit. Lalu, Allah bersegera memberi solusi kepada kita.
Tetapi apa itu mungkin? Sebab, saat ini manusialah yg membuat kerusakan dimana-mana. Bahkan teramat sangat dahsyat dibandingkan wabah corona.
Lihatlah, disetiap sudut bumi manusia terus bertikai. Sesama manusia, atau bahkan sesama muslim, Â saling benci dan marah, sampai berperang menumpahkam darah, Â terkadang tanpa sebab dan hanya dipicu oleh hal-hal kecil saja.
Lebih tak masuk akal lagi, manusia ada yg menantang Tuhan, tak mau mendengar kebaikan yang disampaikan, sampai menaifkan hadis nabi hanya untuk ambisi dan memuaskan nafsu pribadi. Â Sampai-sampai membentuk koloni memfitnah kebaikan2 yg disampaikan. Hanya karena kepentingan pribadi dan koloni yg terhalangi.
Malah, Manusia itu, bila kepentingan dirinya terhalangi  bisa teramat sangat ganas melebihi ganasnya wabah korona saat ini.
Hal lain yang harus kita lakukan adalah bersabar menghadapi semua ini. Apa yg kita hadapi saat ini tak berarti apa-apa dibandingkan apa yg dihadapi Nabi
Terakhir, memang virus ini datang dari Cina. Namun, pesan dalam Islam jelas: Allah memberi bencana bukan hanya utk seseorang atau sebuah kaum tapi utk semuanya meski yg mempertontonkan dosa hanya sebagian kaum.
Tapi, bila masih ada orang yg shalih Allah pasti menerima doa2nya. Allah akan menghilangkan wabah meski penyebarannya begitu Dahsyat. Tak terkecuali seperti yang kita hadapi saat ini.
Saudara2ku...
Saat ini yg kita butuhkan selain obat juga doa-doa orang shalih. Insya Allah dg segala usaha dan kesabaran, insya Allah akan meredam wabah ini.
Maka, mari kita berlomba-lomba menjadi orang shalih... mumpung belum terlambat, Â masih ada waktu. Wallahu ta'ala 'alam.