Mohon tunggu...
KOMENTAR
Ilmu Sosbud

Pengertian dan Keutamaan Puasa Asyura dan Tasu'a

12 Juli 2024   20:51 Diperbarui: 12 Juli 2024   21:08 526 0

  • Pengertian dan Keutamaan puasa Asyura

Puasa Asyura adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Nama "Asyura" berasal dari bahasa Arab "asyarah" yang berarti "sepuluh." Puasa ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam dan memiliki keutamaan besar di antaranya.

  • Sebaik-baiknya Puasa Adalah Puasa Asyura (Puasa tanggal 10  Muharram)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

 

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah -- Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim no. 1163).

  • Ganjaran puasa Asyura, Menghapus Dosa 1 Tahun Yang lalu

Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,

 . 

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa 'Asyura? Beliau menjawab, "Puasa 'Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim no. 1162).

  • Menyelisihi yahudi dengan berpuasa tasu'a ( Puasa tanggal 9 Muharram)

Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasalam juga menganjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram, yang dikenal sebagai puasa Tasu'a, untuk membedakan diri dari praktik puasa yang dilakukan oleh kaum Yahudi (menyelisihi) pada hari yang sama.

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan puasa hari 'Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,

 .

"Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani." Lantas beliau mengatakan,

 -- -- 

"Apabila tiba tahun depan --insya Allah (jika Allah menghendaki)-- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan." Ibnu Abbas mengatakan,

 - -.

"Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia." (HR. Muslim no. 1134)

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun