Angin membelai
helai rambut tergerai
ombak menjilat
sepasang kaki telanjang
netra menatap
paras purnama nan pasi
langit tersaput jelaga
bercaknya merapung
di wajah semesta
aku yang terdiam
dicumbu sepi
dipagut bibir sunyi
dimesrai silir bayu menderu
hingga menggelinjang
laksana tarian ilalang
seiring pejam netra
kuhadirkan bayangmu
di pelupuk imaji
hangat memeluk
sehangat tungku perapian
dengan bara kerap menyala
membakar hasratmu dan hasratku
hingga luluh lantak
serta menjadi serpihan debu
dalam rindu yang
mengerak di antara jelaga
malam nan kelam
***
Hera Veronica Sulistiyanto
Jakarta 17/12/20211