Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Di Antara Ribuan Jejak yang Terkubur

18 Januari 2021   10:31 Diperbarui: 18 Januari 2021   10:53 202 28
Di antara Ribuan Jejak Yang Terkubur

Berjalan tertatih
di antara ribuan letih
bulir peluh menetes
lalu terserap musnah
dibakar panas

Sejauh kaki melangkah
mencetak jejak
di atas bulir pasir
usap lembut tapak kaki
teramat jauh bentang jarak

Lintasi fatamorgana
mencipta dahaga
teramat luar biasa
ingin reguk segarnya
kerinduan mengalir deras

Laksana mata air jernih
bak telaga bening
namun tersekat jarak
jemari tak kuasa menggapai
seakan kasih tak sampai

Berjalan tertatih
di antara dera lelah
hingga lecet ruas jemari
serta luka tapak kaki
seraya menyeru sebuah nama

Di antara deru angin
menampar helai demi helai
rambut nan tergerai
terus saja melangkah
seraya menyusut peluh di dahi

Kepada Lembah yang menjorok
aku teriakan sebuah nama
memantul gema suara di antara
deru suara angin kuat berhembus
dalam serbuan rindu menggebu

Aku ingin pulang
merengkuh Cintaku nun jauh

***
Hera Veronica Sulistyanto
Jakarta | 18 Januari 2021 | 10:30

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun