Selain pedagang asongan, termasuk dalam kelompok ini adalah tukang serabutan yang menunggu dipanggil mandor untuk dipekerjakan di proyek-proyek bangunan.
Mereka berasal dari pedesaan yang pindah ke kota besar lantaran tidak ada pekerjaan di desa yang dapat memberi penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
Jika mereka tidak mendapat salah satu pun dari berbagai bantuan sosial yang dibagikan pemerintah dan mereka tidak bisa pulang kampung sebelum larangan mudik diberlakukan, pastilah mereka berada dalam kesulitan besar.
Sebagian dari mereka tidak mampu membayar sewa hunian karena tidak ada pemasukan sama sekali. Mereka harus pindah tidur ke saudara atau kenalan terdekat, atau bisa jadi tidur di lorong pasar yang terlantar, di emperan toko, atau di taman-taman lingkungan.
Mereka yang beruntung dapat ditampung oleh pemerintah daerah di gedung olahraga, yang dialihfungsikan menjadi hunian sementara, seperti yang terjadi di Jakarta, Namun sebagian yang lain harus menerima keadaan terburuk dalam hidupnya: berpindah-pindah tempat, dari hari ke hari.Â