"Kalau bantuan ini cuma untuk minta kami berfoto dan dijual ke dunia luar, jangan lah. Sudah terlalu banyak yang seperti itu," Kata Pak Jenang Jala Ludin ketus saat saya menemuinya dengan perantara Bang Pery Monjuli, aktivis dan politikus di Jambi. Di awal mukanya masam dan tak ramah. Tapi ia kemudian menambahi lagi sambil tersenyum melihat kardus buku dan alat tulis yang saya bawa, "Tapi kalau memang niatnya membantu mereka semua maju, saya akan bantu bertemu mereka."
KEMBALI KE ARTIKEL