Manusia memiliki sifat "tidak pernah puas", salah satunya pada kebutuhan ilmu pengetahuan. Ruang angkasa adalah entitas yang terlalu menarik untuk dilewatkan. Berbagai upaya dilakukan manusia untuk meneliti alam semesta dan isinya. Untuk mendapatkan hal se-berharga ilmu pengetahuan tentang tempat yang jauh dari Bumi, banyak pengorbanan yang harus dilakukan, seperti masa depan Bumi, dalam hal ini krisis iklim.
Kalau begitu, apakah eksplorasi ruang angkasa lebih penting daripada masa depan kehidupan manusia di Bumi? Apakah ketika para ilmuwan menemukan planet lain yang layak huni, Bumi akan ditinggalkan begitu saja? Apakah itu adalah opsi terbaik dalam menghadapi krisis iklim Bumi? Lalu, ketika planet baru nantinya kemudian dirusak oleh manusia lagi seperti Bumi, apakah manusia akan pindah lagi? Bagaimana dengan upaya menghentikan laju peningkatan suhu Bumi sesuai Perjanjian Paris?
Setiap pesawat ruang angkasa yang diluncurkan dari Bumi akan melepaskan gas rumah kaca yang berbahaya bagi atmosfer, yaitu black carbon. Menurut Dallas, dalam penelitian berjudul The Environmental Impact of Emissions from Space Launches: A Comprehensive Review (2020), tahap lift off dan early launch pada saat peluncuran pesawat ruang angkasa memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan di Bumi, karena membutuhkan bahan bakar yang banyak untuk meluncur dengan melawan gravitasi Bumi. Bahan bakar yang digunakan umumnya adalah kerosene yang menghasilkan black carbon.Â