Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi

Di Jendela Itu

25 Desember 2018   17:40 Diperbarui: 25 Desember 2018   18:04 114 2

Di jendela yang tak berkuping
Ia meraba makna dari sekerumun persepsi...

Lamunan mendung bercabang-cabang mengeroyok batok kepalanya...

Padahal langit begitu cerah
Cukup membakar jika tak mau dikatakan panas menyengat...
Mungkin seakan ingin hatinya melonjak membara...

Di jendela itu
Ia ingin menghapus memori masa lalunya

Namun, di jendela itu jua
Ia ingin segalanya kembali seperti sediakala

Doa pengharapan yang ia curahkan
Sudah mendebui jendela itu
Seonggok upaya tak mampu mengelupaskannya



KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun