Profesor buatan Kompasioner Felix Tani yang senang menggangkat cerita Poltak sangat menarik. Profesor Felix Tani itu ahli Batakologi yang kentir. Kata kentir begitu populer karenanya, padahal akupun tidak paham apa itu kentir yang sesungguhnya. Jika guru besar buatan kompasioner itu cerita panjang soal si Poltak, maka aku akan cerita si Risma yang bijak, pintar, cerdas dan rendah hati. Guru besar kentir itu pernah menyebut saya orang Batak berhati lembut, padahal kutipu dia. Menipu profesor itu menyenangkan. Sebagai tindak lanjut tipuan, maka saya akan mengimbangi cerita si Poltaknya dengan si Risma. Si Poltak tidak akan jodoh dengan si Risma walaupun dengan mas kawin beberapa ekor kerbau si Poltak. Sebab Risma menautkan hatinya yang lembut bagaikan salju telah terakumulasi dengan Jahorman, anak tukang mabuk yang kerjanya main catur.
KEMBALI KE ARTIKEL