Maraknya kasus
catcalling di Indonesia tidak hanya terjadi di jalanan begitu saja. Kasus
catcalling juga banyak terjadi di transportasi umum, contohnya di angkot, metromini, KRL, lingkungan kerja, sekolah dan bahkan di kampus. Namun, marak kasus
catcalling di era teknologi digital saat ini mulai berkembang pesat di dunia maya atau media sosial.
Catcalling yang terjadi di dunia maya khususnya di media sosial tidak menutup kemungkinan memiliki dampak yang sama atau lebih parah daripada yang terjadi di jalan. Hal itu dikarenakan media sosial dapat membuat seseorang bersembunyi dengan menggunakan akun palsu untuk bereaksi. Tidak hanya akun palsu saja,
catcalling juga bisa dilakukan oleh orang terdekat kita, tapi pada umumnya hal ini sering dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal atau belum kita ketahui kepribadiannya.
KEMBALI KE ARTIKEL