"Kamu keren. Gerakanmu bagus. Aku senang menikmatinya. Sayang sekali, yang lain rame. Heran saya mengapa para tamu bisa keterlaluan begitu. Mereka nggak bisa diam." Malam itu, seorang kenalan berambut blonde adalah professor dari sebuah universitas kota besar, tiba-tiba ia mendekati saya yang masih terengah-engah. Hah, terengah-engah? Bukaaaaaan, bukan dari begituh, saudara-saudara.
KEMBALI KE ARTIKEL