Mohon tunggu...
KOMENTAR
Politik Pilihan

Seberapa 'Seksi' Politik Itu?

6 Agustus 2024   10:18 Diperbarui: 6 Agustus 2024   10:25 20 3
Pertanyaan di atas dipilih dengan sengaja. Di dalamnya terkandung topik tentang politik yang diletakkan dalam tanda petik tunggal serta soal seksi. Hal-hal ini bertujuan membawa pembaca ke dalam makna kata dalam kehidupan sehari-hari.

Politik adalah sebuah kata. Oleh karena itu, ditulis sebagai 'politik'. Sebagai sebuah istilah, politik merupakan kata dalam cara kita berbahasa, sebuah kata dalam bahasa Indonesia. Kata ini termasuk dalam kategori kata benda. Secara leksikal, menurut kamus kebahasaan kita, politik memiliki tiga pengertian: 1) perihal ketatanegaraan; 2) urusan dan perbuatan terkait pemerintahan; dan 3) cara bertindak. Apakah hanya sebatas itu pengertian kata politik?

Ketika berhadapan dengan sebuah kata, kita akan memiliki pemahaman terhadap kata itu sendiri dalam kesadaran kita. Dalam linguistik, ini disebut konotasi, yaitu bagaimana kita berhubungan dengan sebuah kata, melalui indera dan pemahaman pikiran, antara kata dan realitas. Sensibilitas, atau dalam istilah asing disebut sense of the meaning, adalah bagaimana perasaan kita terhadap sebuah kata.

Ketika berhadapan dengan kata, bagaimana kita menilai atau melihat makna dari kata tersebut? Jangan lupakan bahwa sebuah kata memiliki asal-usul atau genealogi, yang dalam linguistik disebut terminologi. Kata juga memiliki historisitas (kesejarahan), temporalitas (kemewaktuan), lokusitas (tempat), dan kontekstualitas. Bahkan, kata itu memiliki pergumulannya dalam keseharian manusia, inilah eksistensialitas makna.

Dua penilaian yang umum dalam linguistik terkait makna sebuah kata adalah ameliorasi dan peyorasi. Ameliorasi adalah perubahan makna dengan konotasi yang semakin baik, sementara peyorasi adalah sebaliknya. Lalu, di manakah posisi 'politik'? Apakah 'politik' bersifat amelioratif atau peyoratif?

Di sinilah peran terminologi! Juga segala aspek yang menyertainya seperti historisitas dan konteks. Kata 'politik' memiliki tempat dan sejarah pada masa Yunani abad ke-6 SM, masa di mana kebijaksanaan dicintai dan mulai berkembang. Orang Yunani pada masa itu mengembangkan konsep Polis, yang dipahami sebagai negara-kota. Contoh Polis saat itu adalah Athena dan Sparta. Kota yang dimaksud adalah negara, bukan dalam pengertian kita sekarang sebagai kawasan perkotaan seperti Jakarta. Kota (Polis) dan warga (Polites) saling mengandaikan. Status warga adalah suatu kehormatan, karena tidak semua orang yang tinggal di kota (Polis) adalah warga (Polites).

Dalam praksis, makna Polis harus dihubungkan dengan bagaimana kehidupan di dalamnya. Ini termasuk seni (ars) tata kelola Polis. Gagasan-gagasan tersebut dapat disebut secara sederhana sebagai seni memimpin dan mengelola Polis atau dalam bentuk negara. Demokrasi adalah salah satu gagasan yang muncul kemudian dalam sejarah peradaban Yunani. 

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun