Berdasarkan permasalahan di atas, menurut Nisa (2020) Kementerian Pendidikan pada tahun 2014 Merevisi kurikulum 2013 untuk menyempurnakan kurikulum tersebut, dimana untuk sekolah yang belum siap secara structural dan sumber daya masih dapat menggunakan KTSP sebagai panduan. Dan dari situasi tersebut sekolah-sekolah  yang masih menggunakan KTSP dan sekolah-sekolah yang sudah menggunakan kurikulum 2013 tetap memasukan mata pelajaran bahasa inggris sebagai muatan lokal (mulok). Namun pada saat ini tidak sedikit sekolah dasar yang menghilangkan mata pelajaran bahasa inggris karena tidak sudah tidak termasuk kedalam kurikulum wajib, sehingga beberapa sekolah di Indonesia tidak hanya sekolah dasar di perkotaan bahkan sekolah dasar di perdesaan menghilangkan pendidikan bahasa inggris. Padahal pendidikan bahasa inggris pada sekolah dasar sangat penting bagi pendidikan siswa.
KEMBALI KE ARTIKEL