Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai kejadian yang sulit untuk dihadapi. Timbulah perasaan seperti putus asa, khawatir, sedih dan menangis. Umumnya hal- hal tersebut disebabkan oleh adanya sesuatu yang tidak sejalan dengan apa yang diharapkan serta didapatkan. Jenis perasaan itulah yang harus mendapatkan prinsip stoikisme.
 Stoikisme adalah pandangan bahwa tujuan hidup itu adalah selaras dengan alam. Dalam praktisnya berfokus pada apa yang bisa dikontrol sendiri (hati&fikiran) dan pada extreme-nya mengabaikan semua yang tidak bisa dikontrol. Haidar Bagir dalam bukunya, "Buku Saku Filsafat Islam", mengatakan bahwa stoikisme bukanlah agama dan juga bukan termasuk filsafat spekulatif dan tematik, melainkan sebuah pandangan hidup mendalam mengenai emosi manusia terhadap kebahagiaan hidup. Ajaran stoikisme sangat erat dengan emosi manusia, dimana dalam paham ini, emosi negatif merupakan sumber ketidakbahagiaan. Berikut beberapa ajaran stoikisme yang dapat menjadikan hidup tenang dan bahagia :
- Pertama, hal buruk akan terjadi selama kita ada dan terjadi kepada kita. Hal ini sesuai dengan firman Allah surat Al Baqarah ayat 155 :