Senyum itu setibanya merekah. Serasa merpati terlepas dari sangkar emas. Betapa tidak. Dua belas tahun abah terbelenggu di jeruji besi. Sekarang lega sudah. Meski terkadang masih tak habis pikir dengan manusia-manusia berseragam cokelat, hitam itu. Intel. Densus. Entahlah, bagaimana mungkin peristiwa itu bisa terjadi. Mereka memberondong rumah kami dengan peluru. Meneriaki kami, teroris! Ya, teroris!
KEMBALI KE ARTIKEL