Sebelumnya harus dibedakan istilah politik Fiksi dan Fiksi politik terlebih dahulu. Menurut istilah saya, Politik Fiksi ditujukan pada kelompok atau seseorang yang kerap menulis atau berbicara politik kontemporer dengan cara mendahulukan fantasi dari pada realitas. Mendahulukan pikiran instan daripada objektifitas. Singkatnya dia menulis politik layaknya fiksi. Susah dicari benang merahnya. Alurnya loncat-loncat tak jelas. Bicara soal pertemuan sosok Amien Rais dengan Jokowi, Misalnya, lalu dikaitkan dengan isu penjatuhan Gus Dur. Mengajak pembaca semakin membenci tokoh yang diulas. Atau ketika berbicara tentang pertemuan Jokowi dengan pemilik facebook, lalu dikaitkan dengan betapa tingginya pencapaian teknologi orang barat dibanding dengan negeri Onta atau Arab. Itu juga aneh. Tidak fokus. Melenceng dari maksud tulisan.