Sesuatu di kepalanya menghambur. Seolah udara sejuk itu telah memacunya untuk keluar,
"Pagi mbak...", seorang tetangga menyapanya
Mungkin bukan udara sejuk itu yang memacunya tapi sapaan itu. He, entah kenapa, untuk alasan yang tak jelas, dia sering jengah dengan sapaan "Mbak" itu.
Dia meracau,
coba, apa sih artinya mbak..?
panggilan untuk seorang perempuan...!?
cantik, disapa mbak
jelek, mbak juga,
lebih tua atau lebih muda, kadang tetap disapa 'mbak"
Ya ya ya. "Mbak", ... sekedar panggilan. Sapaan yang telah bergeser dari makna sebenarnya. Sekarang, ya sapaan untuk menghormati. Begitulah kata Pariyem, tetangganya, asli Wonogiri.
Tepat ketika ucapan Pariyem itu terdengar, sesuatu di kepalanya tiba-tiba memunculkan sesuatu yang lain. Masih tentang sapaan "Mbak",
Di televisi, Anas menyebut Angelina Sondakh dengan sebutan "Mbak Angie"..
Saat menyebut sapaan itu, suaranya terdengar sangat santun, lembut juga tenang.
Ha..., mungkin inilah yang dimaksud Pariyem sebagai sapaan menghormati.
Maka dia teringat bosnya selalu memanggil asisten rumah tangganya dengan sebutan 'Mbak". Asisten yang tugasnya memasak, Mbak Atun. Yang mencuci dan bersih-bersih rumah, Mbak Wagirah. Yang momong anak ya Baby Sister, dipanggil mbak juga, Mbak Cici.
"Mbak". Kedengarannya indah. Hanya, entah kenapa baginya "Mbak" lebih terdengar sebagai sebuah perendahan atas kemampuan perempuan. Sesuatu yang disebutnya sebagai pengingkaran profesionalisme seorang perempuan. Mungkin inilah sebabnya di luar sana hanya ada dua sebutan bagi perempuan "Mrs" atau "Miss".
Oh, racauan pagi yang janggal. Jangan diambil hati. Salam.